Selasa, 20 Februari 2024

ASJ - Permasalahan Sistem Administrasi

A. Analisis Permasalahan Sistem Administrasi (Troubleshooting) 

berikut analisis permasalahan sistem administrasi.

1.Sistem Dasar dalam Administrasi Jaringan

Administrasi jaringan komputer adalah sebuah pekerjaan dari para administrator jaringan yang bertugas untuk mengatur sebuah jaringan komputer baik dalam skala kecil maupun skala besar.

a. Analisis biaya jaringan

Penentuan biaya instalasi jaringan bukan tugas yang sulit bagi sebagian besar administrator jaringan. Misalnya menyusun daftar perangkat dan harga sudah tersedia serta biaya tenaga kerja dapat dihitung menggunakan rating tetap. Hal ini dikarenakan administrasi jaringan meliputi banyak tanggung jawab, termasuk analisis biaya. Bukan hanya biaya desain dan implementasi jaringan, tetapi juga biaya pemeliharaan, upgrade, dan monitoring jaringan, Selain itu, terdapat faktor penting yang harus dipahami bahwa biaya pertumbuhan jaringan lebih sulit diperkirakan

b. Analisis troubleshooting jaringan

Seorang adminstrator perlu mengetahui cara mendesain dan membuat jaringan, termasuk dalam proses memilih, menginstalasi, mengetes kabel, dan menentukan di mana tempat kabel diletakkan. Pekerjaan seorang administrator dinyatakan selesai ketika jaringan menyala dan berjalan dengan baik. Mayoritas administrator menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai. Namun sesungguhnya, di situlah pekerjaan sebenarnya dari administrator jaringan dimulai ketika suatu jaringan telah selesai dikonfigurasi.

c. Analisis laporan kesalahan

Manajemen jaringan yang efektif memerlukan dokumentasi yang lengkap, oleh karena itu jika timbul suatu masalah perlu dibuat laporan kesalahan (trouble report). Laporan ini juga memberikan solusi untuk masalah yang sama dan telah dipecahkan. Selain itu, laporan kesalahan (trouble report) memberikan pertimbangan kepada manajemen dalam mempekerjakan staf baru, membeli perangkat, dan memberi pelatihan tambahan.

2. Sistem Dokumentasi Jaringan (Network Documentation System) Dokumentasi jaringan meliputi diagram yang menunjukkan jalur fisik tampilkan

dan jenis kabel, panjang setiap kabel, jenis terminasi kabel, lokasi fisik masing-masin dan jenis kabel, patch panel), serta model penamaan (labeling) supaya kabel bise diidentifikasi dengan mudah. Komponen pertama dan paling penting untuk jaringan yang baik adalah dokumentasi yang mewakili ingatan administrator jaringan.

a. Aspek konfigurasi server dan workstation

Informasi pada dokumen ini distandardisasi dan berisi hal-hal, seperti model komputer, nomor seri, drive floppy, hard disk, drive DVD/CD-ROM, kartu suara dan jaringan, jumlah RAM, dan rincian fisik lainnya dari komputer. Rincian konfigurasi server dan workstation dibuat untuk setiap host yang terhubung ke jaringan. Dokumen ini meliputi rincian konfigurasi IRQ dan DMA, konfigurasi komputer, serta Base Memory dari kartu peripheral. Dokumen berisi lokasi fisik, user, dan identitas jaringan (alamat IP, MAC address, subnet, topologi) dari komputer itu.

b. Aspek user policy

User policy perlu dibuat bersama manajemen perusahaan supaya policy tersebut bisa diterima dan dilaksanakan. Namun, perlu dipastikan bahwa policy jaringan tidak bertentangan dengan kebijakan perusahaan atau membatasi para user dalam mengakses resource yang diperlukan. User policy merupakan dokumen yang paling penting dan bermanfaat bagi administrator jaringan.

c. Langkah pengamanan

Dokumen ini meliputi pengamanan lunak seperti hak user, password, dan firewall, termasuk di dalamnya prosedur pengamanan fisik. Pengamanan fisik seperti mengidentifikasi bagaimana MDF dan IDF dikunci.

d. Daftar perangkat lunak Daftar jenis ini berisi software standar dan khusus yang digunakan pada setiap perangkat atau mesin pada jaringan, serta rincian konfigurasi instalasi standar pada masing-masing paket software. Termasuk juga di dalamnya berisi operating system dan aplikasi. 

e. Aspek layout MDF (Main Distribution Facility) dan IDF (Intermediate Distribution jes) Facilities)

Dokumen jenis ini berisi layout fisik dan logical dari MDF (Main Distribution Facility) dan IDF (Intermediate Distribution Facilities) pada sebuah jaringan. Jaringan tersebut meliputi layout fisik susunan rak, label patch panel untuk mengidentifikasi terminasi kabel, perlengkapan pendukung server, rincian identifikasi, dan konfigurasi semua perangkat. 

f. Catatan Maintenance

Catatan tentang semua perbaikan yang dilakukan pada jaringan harus disimpan dengan baik. Ini akan membantu administrator untuk memperkirakan masalah yang mungkin terjadi dengan hardware dan software pada masa yang akan datang.

3.Fungsi dan Tugas dalam Sistem Jaringan

Staf jaringan pada sebuah jaringan harus tahu tanggung jawabinya. Tanggung jawab staf jaringan sangat memengaruhi beban kerja masing-masing orang dan blaya layanan jaringan untuk perusahaan. Makin besar tanggung jawab staf jaringan, makin besar blaya resource. Tentu saja, akibatnya blaya resource meningkat seiring adanya pertumbuhan dan ekspansi. Oleh sebab itu. pekerjaan support jaringan bisa meliputi semua aspek jaringan atau dibatasi pada komponen tertentu saja. Tanggung jawab Ini perlu ditentukan dan dilaksanakan terlalu besar bisa memperbesar resource, tetapi membuat area tanggung jawab terlalu kecil membuatnya sulit untuk mengatasi masalah pada jaringan secara efektif.

a. Fungsi dan tugas administrator jaringan

Administrator sistem jaringan identik dengan orang yang bekerja untuk menjaga dan mengoperasikan sistem komputer dan/atau jaringan. Mereka bekerja berdampingan dengan beberapa pihak dalam setiap pekerjaannya. Pihak-pihak yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1.client staff

Seorang administrator server harus berkomunikasi dengan client agar dapat memastikan bahwa pelayanan dari server yang telah dikonfigurati benar-benar optimal.

2.Technical staff 

Rekan seorang administrator server yang bertugas membantu administrator server dalam pekerjaannya, utamanya yang berkaitan dengan hal-hal teknis, seperti instalasi listrik, perawatan PC, dan lain-lain.

3. Non-technical staff

Seseorang yang membantu pekerjaan administrator server yang bekerja dalam bidang nonteknik, di antaranya merapikan peletakan server, membersihkan, mengamankan dari gangguan bug, dan lain-lain.

4. Supervisor

Seseorang yang diberikan wewenang oleh perusahaan untuk memberikan perintah atau tugas-tugas kepada rekan bawahannya.

5. Reporter

Seseorang yang memiliki tugas untuk mencatat seluruh aktifitas yang dilakukan oleh server, meliputi debug (kesalahan), ketidakstabilan server, dan lain-lain.

6. Server staff

Seorang administrator serverharus selalu rutin berkomunikasi dengan server untuk menjaga kestabilannya.

b. Ruang lingkup kerja administrator jaringan

Secara garis besar, fungsi dan kerja administrator dapat dinyatakan dan insan ke dari administratordaingan neworkah security management yang menitikberatkan kerja mencakup matala network administrator keamanan dengan ruang lingkup sebagai berikut.

1) username

Usemame akan digunakan sebagai informasi login password control (pengendalian password yang dimiliki oleh sebuah sistem).

Resource acces 

Network admin mampu melakukan pembatasan penggunaan sumber daya  sesuai dengan hak akses yang diberikan. 

3) Firewall

Firewall identik dengan sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya.

4. Analisis Tugas Administrator Pasca instalasi

Setelah konfigurasi sebuah server selesai, seorang administrator jaringan perlu melakukan maintenance terhadap server tersebut. Misalnya melakukan defrag, analyze terhadap kesalahan (debug), dan melakukan perbaikan jika terjadi kesalahan. Selain itu, seorang administrator jaringan harus melakukan update dan upgrade sistem agar memperoleh layanan dari sistem operasi yang digunakan secara maksimal.

a. Rutinitas administrator jaringan

Beberapa hal rutin yang harus dilakukan seorang administrator jaringan dalam kondisi normal di antaranya mendatangi server dan melihat aktivitas log. Log adalah rekaman yang dilakukan sistem untuk mengetahui apa saja yang terjadi di dalam sistem (jika ada hacker yang masuk).

b. Memecahkan masalah dalam jaringan

Secara garis besar, ancaman terhadap server ada dua, yaitu ancaman aktif dan pasif. Ancaman aktif berupa pengambilan data, perusakan data, pemanipulasian data, dan lain-lain. Adapun ancaman pasif pada umumnya dalam bentuk penyadapan data. Tahapan yang harus dilakukan seorang administrator server yaitu mengonfigurasi, mengelola, dan memperbaiki kesalahan. Adapun metode yang digunakan untuk memecahkan masalah dikategorikan sebagai berikut.

1) Metode dari atas ke bawah

Metode memecahkan masalah jenis ini bisa lebih cepat, karena metode ini dapat dilakukan terhadap sebuah sistem yang sering mengalami kesalahan.

2) Metode dari bawah ke atas

Metode memecahkan masalah jenis ini termasuk metode paling efektif. Hal tersebut karena kita akan sangat teliti, yaitu memecahkan masalah dari masalah yang paling luar yang meliputi masalah hardware sampai software.

0 komentar:

Posting Komentar