This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 04 Januari 2024

BAB 5 AIJ: Konfigurasi dan Perbaikan Load Balancing

A. Pengetahuan Dasar Load Balancing
Load balancing adalah suatu metode yang digunakan untuk mendistribusikan beban kerja atau trafik secara merata di antara beberapa server atau sumber daya komputasi. Tujuannya agar lalu lintas dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.

1. Fungsi Load  Balancing
Beberapa fungsi load balancing antara lain
a. menyediakan redundancy dengan menggunakan lebih dari satu unit failover scenario
b. menginterupsi lalu lintas jaringan yang diarahkan ke sebuah situs tertentu
c. menawarkan distribusi content-aware seperti melakukan pembacaan URL, intercepting cookies, dan XML parsing
d. memonitor server yang ada serta memastikan server tersebut merespon lalu lintas
e, membagi lalu lintas jaringan menjadi individual request dan menentukan server yang akan menerima individual request
Kinerja algoritma load balancing diukur dengan berbagai parameter berikut ini.
a. Overload rejection
b. Fault toleran
c. Forecasting accuracy
d. Stabilitas
e. Sentralisasi atau desentralisasi

2. Tipe Load Balancing
a. Hardware load balancing
Beberapa load balance hardware di antaranya adalah Cisco System Casalyst, Coyote Point, F5 Network BIG-IP, dan Baraccuda Load Balance.
b. Software load balancing
Perangkat keras yang memengaruhi performa metode software load balancing adalah penggunaan kartu jaringan (Network Interface Card), kapasitas RAM yang digunakan, media penyimpanan yang besar, dan sebagainya. Jenis load balancing software yang paling banyak digunakan adalah Linux Virtual Server.

3. Fitur Load Balancing
Beberapa fitur pada load balancing hardware maupun software, yaitu sebagai berikut.
a. Proteksi dari serangan DDoS
Fitur jenis ini melakukan prosedur SYN Cookies dan delayed-binding pada saat terjadi serangan SYN Flood
b. Priority queuing
Fitur jenis ini berguna untuk memberikan perbedaan prioritas traffic pacet
c. Kompresi HTTP
Fitur jenis ini memungkinkan data bisa mentransfer objek HTTP dengan memanfaatkan pengguna utilisasi kompresi gzip yang terdapat di semua web browser modern
d. Aktivitas berdasarkan prioritas
Fitur jenis ini digunakan pada saat load jaringan mengalami kelambatan, dimana server akan membagi aktivitas berdasarkan prioritas dan link cadangan
e. Spam Filtering
Spam merupakan penyalahgunaan dalam pengiriman berita elektronik untuk menampilkan berita iklan dan keperluan lainnya yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para user web. Bentuk berita spam yang umum dikenal meliputi spam surat elektronik, spam instan messaging, spam Usenet newsgroup, spam mesin pencari informasi web, spam blog, spam berita pada telepon genggam
f. TCP Buffering
Fitur  jenis ini dapat membuaqt respon buffer dari server dan berazkibat  dapat pada task akses lebih cepat 
g.  Asymmetric load
Fitur Jenis ini berupa rasio yang dapat dibuat dengan menentukan kloneksi menjadi primary yang dianggap terbaik dari segi backbone dan path routingnya, Dampaknya adalah membuat mesin mencari best path determination dan routing terpendek untuk sampaike tujuan
h. HTTP Caching
Fitur jenis ini dapat menyimpan content statis, sehingga beberapa request dapat ditangani tanpa harus melakukan kontak ke web sercer diluar jaringan yag berakibat akses terasa makin cepat.
i. Content Filtering
Beberapa load balancing dapat melakukan perubaha trafik pada saat dijalankan.
j. HTTP Security 
Fitur jenis ini memiliki beberapa karakteristik sebagai system load balancing yaitu menyembunyikan HTTP error pages, menghapus identifikasi header server dari respon HTTPS, serta melakukan enkripsi cookie agar user tidak dapat memanipulasinya

4.Jenis-Jenis Algoritma Load Balancing
Algoritma load balancing yang paling sederhana yaitu membagi beban secara bergiliran dan berurutan dari satu server ke server lain. Jenis-jenis dari algoritma load balancing antara lain
a. Algoritma rasio
Algoritma jenis ini sebenernya sebuah parameter yang diberikan untuk setiap server yang akan dimasukkan ke dalam sistem load balancing. Server dengan rasio terbesar diberi beban besar dan server dengan rasio kecil akan lebih sedikit diberi beban.
b. Algoritma round robin
Algoritma round robin merupakan algoritma yang paling sederhana dan banyak digunakan oleh perangkat load balancing. 
c. Algoritma Least connection
Algoritma least connection akan melakukan pembagian berdasarkan banyaknya koneksi yang sedang dilayani oleh sebuah server
d. algoritma fastest
Algoritma Jenis ini melakikan pembagian beban dengan mengutamakan server-server yang memiliki respon yang paling cepat

5.HAProxy
HAProxy dapat dipergunakan untuk HTTP dan protokol protokol lainnya, disamping untuk load balancing, hap proxy juga bermanfaat sebagai proxy 

Selasa, 02 Januari 2024

BAB 5 ASJ : VPN Server dan Sistem Kontrol

VPN (Virtual Private Network) pada zaman dulu diciptakan dengan tujuan menghubungkan jaringan antargedung perkantoran secara aman dan dapat menggunakan jaringan kantor dari rumah atau tempat lain. VPN pada saat ini sudah banyak digunakan oleh pengguna internet di seluruh dunia. Tujuannya untuk mendapatkan koneksi ke internet secara aman, pribadi (private), dan dapat mengakses suatu jaringan secara remote.


1. Identifikasi VPN (Virtual Private Network)

VPN (Virtual Private Network) identik dengan sebuah teknologi yang memungkinkan dapat mengakses jaringan lokal melalui internet dengan teknologi tunneling.

A. Fungsi Virtual Private Network

Beberapa fungsi VPN antara lain sebagai berikut :

1) Mengamankan jaringan wireless

Jaringan wireless merupakan jaringan publik yang dapat diakses oleh siapa saja yang berada di jangkauan wireless tersebut. Melalui VPN, user yang terhubung ke wireless harus membuat tunnel dengan login ke VPN server. Kemudian dapat menggunakan resource jaringan seperti akses internet dan sebagainya.

2) Berkaitan dengan mobile working

Seseorang dengan VPN dapat terhubung langsung dengan jaringan secara private. Misalnya, seorang pegawai melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan dari depan komputer tanpa harus berada di kantor. Hal ini menjadi solusi virtual office di zaman dengan mobilitas tinggi seperti saat ini.


B. Manfaat Virtual Private Network 

Beberapa manfaat dari VPN (Virtual Private Network) sebagai berikut :

1) Berkaitan dengan fleksibilitas

Fleksibilitas dapat dicapai apabila user tersebut terkoneksi dengan internet dan mendapat izin menggunakan VPN, 

2) Berkaitan dengan kerumitan pengaturan teknologi funneling

Koneksi privat dalam VPN dapat terjadi di mana saja selama terdapat kunci utama pada VPN berupa funneling (terowongan) yang menghubungkan antara pengirim dan penerima data. Melalui funnel tersebut, maka tidak diperlukan pengaturan lain yang ada di luar funnel tersebut. Selama resource (sumber daya) funnel dapat menjangkau lokasi tujuannya 


C. Implementasi Virtual Private Network

Jika dikondisikan pada skala lokal, dapat menggunakan IP lokal atau privat IPT tingkat keamanan dan remote sebanding dengan produk khas VPN. Beberapa implementasi (Virtual Private Network) antara lain sebagai berikut. 

1) Model Remote Access VPNP

roses Remote Access VPN tersebut dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan oleh siapa proses Remote Access VPN tersebut dilakukan yaitu Client-initiated dan Network Access Server-initiated. Remote Access menggunakan Client-initiated sebagai pihak pelanggan yang berinisiatif untuk melakukan sesuatu.

2) Model Ekstranet VPN

Ekstranet VPN merupakan fasilitas jpg?cb=1524028343 VPN yang diperuntukkan bagi pihak-pihak dari luar anggota organisasi ata perusahaan, tetapi memiliki hak dan kepentingan mengakses data dalam kantor. Umumnya, user VPN dari jenis ini merupakan customer, vendor partner dan supplier dari suatu perusahaan.


D.Berbagai solusi dalam penggunaan Virtual Private Network

Beberapa solusi dalam penggunaan Virtual Private Network antara lain sebagai berikut.

1) VPN dengan SSL

VPN dengan SSL merupakan solusi VPN dengan menerapkan protokol Secure Socket Layer (SSL) pada enkripsi jaringan tunnel yang dibuat. Solusi ini diawali dengan aplikasi OpenVPN. Kombinasi antara VPN dengan SSL sebagai yang paling banyak digunakan dengan aplikasi utama menggunakan OpenVPN yang bersifat open source. OpenVPN memiliki kemudahan dalam implementasi serta bersifat multiplatform (dapat dijalankan pada Linux OS ataupun Windows OS).

2) IPSEC sebagai solusi VPN via IP Secure Protocol

Solusi ini adalah yang sudah distandardisasi tetapi paling susah untuk dikonfigurasi. Tingkat keamanan yang cukup baik, tetapi dalam implementasinya cukup rumit. Aplikasi yang sering digunakan yaitu Open/Free Swan yang berbasis open source.


2. Prinsip VPN (Virtual Private Network)

VPN pada prinsipnya dapat diimplementasikan pada jaringan lokal maupun area berbeda. Misalnya, perusahaan X memiliki banyak cabang yang lokasinya tersebar di beberapa kota atau negara. Guna menghubungkan semua lokasi dan membentuk sebuah LAN, dapat dilakukan dengan menerapkan konsep VPN. Media yang digunakan VPN adalah media jaringan publik seperti kabel telepon, kabel fiber optik, dan lain-lain. Melalui teknologi tersebut, seolah-olah membuat jaringan di dalam jaringan yang biasa disebut tunnel (terowongan). VPN sebagai salah satu cara aman untuk mengakses Local Area Network (LAN) menggunakan internet atau jaringan dengan melakukan transmisi data paket secara privat dan terenkripsi.


3. Cara Kerja VPN (Virtual Private Network)

a. VPN membutuhkan sebuah server sebagai penghubung antarpersonal komputer (PC) dan server VPN (berupa komputer dengan aplikasi VPN Server atau sebuah router, misalnya jenis mikrotik RB 750.

b. Komputer dengan aplikasi VPN Client mengawali sebuah koneksi dengan mengontak Server VPN yang selanjutnya melakukan verifikasi username dan password. VPN Server memberikan IP Address baru pada komputer client (jika berhasil melakukan verifikasi) sehingga sebuah koneksi (tunnel) akan terbentuk.


4. Konfigurasi VPN Server (pptpd)

Berikut pembelajaran mengenai konfigurasi VPN server.

a. Langkah konfigurasi

Konfigurasi untuk membuat VPN server dengan menggunakan PPTP dengan langkah-langkah sebagai berikut.


1) Diawali dengan login menggunakan user roof atau administrator pada terminal. Selanjutnya menginstalasi pptpd dengan mengetikan perintah berikut.: apt- get install pptpd dan diakhiri dengan menekan tombol Enter untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.

2) Selanjutnya sistem memberikan konfirmasi "Do you want to continue? [Y/n]" ketik huruf "Y" untuk melakukan instalasi aplikasi menekan tombol Enter untuk melanjutkan ke pptpd. Diakhiri dengan e tahapan selanjutnya yaitu sistem akan meminta user memasukkan DVD Binary 2. Diakhiri dengan menekan tombol Enter untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai secara otomatis. Tampilan ketika sistem sudah berhasil melakukan instalasi pptpd adalah sebagai berikut.

3) Langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi hasil instalasi dengan menggunakan perintah: nano /etc/pptpd.conf untuk melakukan konfigurasi. Setelah itu, mengarahkan pointer pada bagian paling bawah Nano Editor kemudian mengisi localip dengan IP Address dari server, dan mengisi remoteip dengan IP Address untuk client.

Selanjutnya menyimpan konfigurasi dengan menekan tombol kombinasi CTRL + O dan diakhiri dengan menekan Enter. Setelah tersimpan, keluar dari text editor dengan menekan tombol kombinasi CTRL + X.

4) Membuat sebuah user untuk mengakses VPN Server. Berbeda dengan dua konfigurasi sebelumnya, di mana file konfigurasi jenis ini bertujuan membuat username dan password yang digunakan untuk login VPN client dengan Windows OS atau Linux OS. Beberapa format standar yang digunakan adalah yaitu Client berisi nama user, Secret berisi password dari user, dan IP addresses pada komputer server.

Perintah yang digunakan adalah: nano /etc/ppp/chap-secrets dan diakhiri dengan menekan tombol Enter untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Setelah selesai, simpan konfigurasi tersebut.


5) Langkah terakhir adalah melakukan restart service agar konfigurasi dapat di terima oleh sistem. Pastikan tidak ada pesan kesalahan pada saat restart. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut.


b. Langkah uji coba




Setelah proses instalasi dan konfigurasi VPN server diselesaikan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian VPN server dengan VPN client. Misalnya, menggunakan sistem operasi Windows OS 7 atau yang lebih tinggi. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

1) Membuat network VPN Client dapat dilakukan melalui menu Control Panel. Langkah ini dilakukan dengan cara menekan Windows + R lalu ketikkan "Control panel". Bisa juga dengan klik kanan pada layar dan pilih Control Panel.

2) Control Panel ketika dalam posisi aktif, klik pada menu Network and Internet

3) Setelah itu klik pada menu Network and Sharing Center, 

4) Selanjutnya klik pada menu Set Up New Connections or Network untuk membuat koneksi baru, 

5) Klik pada menu Connect to a Workplace

6) Kik pada menu Use My Intermet Connections

7) Isi kolom IP Server atau DNS Server dan akhiri dengan klik tombol Next. 

8) Selanjutnya memasukkan username dan password yang telah konfigurasi sebelumnya di sServer dan klik Connect.

9) Selanjutnya Connecting to VPN Connection sebagai proses verifikasi ke VPN server akan berjalan secara otomatis.

Jika komputer client sudah terhubung ke komputer server, maka pengujian server menggunakan Debian 9 strecth berhasil dilakukan.