Selasa, 31 Oktober 2023

BAB 5 ASJ : VPN Server dan Sistem Kontrol

 VPN (Virtual Private Network) pada jaman dahulu diciptakan dengan tujuan menghubungkan jaringan antar gedung perkantoran secara aman dan daoat menggunakan jaringan kantor dari rumah atau tempat lain. VPN Pada saat ini sudah banyak digunakan oleh pengguna internet di seluruh dunia , Tujuannya untuk mendapatkan koneksi ke internet secara aman, Pribadi (Private), dan dapat mengakses jaringan secara remote

1.Identifikasi VPN (Virtual Private Network)

VPN (Virtual Private Network) identik dengan sebuah teknologi yahng memungkinkan mengakses jaringan lokal melalui teknologi tunelling 


Koneksi dari VPN bersifat Virtual, Karena Jaingan pubilk ini dibuat seakan akan sebagai sebuah contoh jaringan private



A.Fungsi Virtual Private Network

1.Mengamankan Jaringan Wireless

    melalui VPN, User yang terhubung ke Wireless harus membuat tunnel dengan login ke vpn server 

2,Berkaitan dengan mobile working

    Seseorang dengan VPN dapat terhubung langsung ke jaringan secara private 

B.Manfaat VPN 

1.Berkaitan dengan Flexibilitas

    fleksibilitas dapat dicapai apabila user tersebut terkoneksi dengan internet dan mendapat izin untuk        menggunakan VPN 

2.Berkaitan dengan kerumitan pengaturan teknologi Tunneling 

    Koneksi privat VPn dapat terjadi dimana saja selama terdapat kunci utama pada VPN berupa                Tunneling(terowongan) yang menghubungkan antara pengirim dan penerima data 

C.Implementasi Virtual Private Network

VPN server pada dasarnya membutuhkan jaringan yang ,mengarah ke haringan internet menggunakan IP public agar bisa diakese dari mana saja 

Beberapa Implementasi daru VPN (Virtual Private Network) antara lain sebagai berikut 

1.Model Remote Access VPN

    VPN secara mendasar dianggap sebagai sebuah proses Remote Access yang berguna untuk                    mendapatkan koneksi ke jaringan Privat tujuan

2.Model Ekstranet VPN

    Ekstranet VPN merupakan sebuah Fasilitan VPN yang diperuntukkan untuk pihak pihak dari liar            Anggota Organisasi atau perusahaan, Tetapi memiliki kepentingan mengakses data dalam kantor

D.Berbagai Solusi dalam penggunaan Virtual Private Network

1. VPN dengan SSL merupakan solusi VPN dengan menerapkan protokol Secure Socket Layer pada        enkripsi jaringan tunnel yang dibuat

2.IPSEC sebagai seolusi VPN via IP Secure Protocol  

2. Prinsip (Virtual Private Network)

    VPN pada prinsipnya  dapat diimplementasika  pada jaringan lokal maupun area berbeda. misalnya, perusahaan X memiliki banyak cabang yang lokasinya tersebar di beberapa kota atau negara, GUna menghubungkan semua lokasi dan membentuk sebuah lan, dapat dilakukan dengan menerapkan konsep VPN

3.Cara Kerja VPN (Virtual Private Network)

    Ketika pengguna terhubung ke server VPN, komputer pengguna akan diberikan alamat IP baru, yang akan menggantikan alamat IP asli. Selanjutnya, data yang dikirim ke dan dari komputer pengguna akan dienkripsi, sehingga dapat melintasi jaringan publik dengan aman. 

4.Konfigurasi VPN Server (pptpd)    

Konfigurasi VPN meliputi langkah-langkah berikut:
  • Memilih penyedia VPN yang sesuai dengan kebutuhan.
  • Menyiapkan akun dengan penyedia VPN tersebut.
  • Mengunduh dan menginstal perangkat lunak client VPN pada perangkat pengguna.
  • Mengatur koneksi VPN sesuai dengan petunjuk penyedia.

B.Implementasi Sistem Kontrol dan Monitoring

Sistem monitoring merupakan proses pengumpulan data mengenai dirinya sendiri dan melakukan analisis terhadap data-data lain dengan tujuan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliknya. Ada dua alasan utama melakukan sistem kontrol dan monitoring, yaitu memperkirakan perubahan untuk masa depan dan mendeteksi perubahan yang tidak terduga pada jaringan.

1. Dasar-Dasar Sistem Kontrol Monitoring Jaringan

Sistem kontrol dan monitoring jaringan melibatkan berbagai elemen dasar seperti:

a. Ruang lingkup SNMP (Simple Network Management Protocol)

SNMP merupakan sebuah protokol yang dirancang untuk memberikan keampuan kepada pengguna untuk memantau dan mengatur jaringan komputernya secara sistematis dari jarak jauh atau dalam satu pusat kontrol saja.

b. Komponen dasar SNMP

  1. Agent
  2. Managed Device
  3. Network Management System (NMS)

c. Versi SNMP

  1. SNMP versi 1 (SNMPv1)
  2. SNMP versi 2 (SNMPv2)

d. Elemen SNMP

  • Manajer: bertugas meminta informasi ke agent.
  • Agen: bertugas sebagai perangkat lunak yang dijalankan di setiap elemen jaringan yang dikelola.
  • MIB (Management Information Base): diakses menggunakan protokol network-management seperti SNMP, yang terdiri dari managed object an diidentifikasi oleh object identifier (pengidentifikasi objek).

2. Dasar-Dasar penggunaan Netwrok Monitoring System

a. Tipe-tipe kelas tool monitoring

  • Monitor realtime
  • Tool penguji throughput
  • Intrusion detection
  • Benchmarking
  • Monitor nirkabel

b. Manfaat sistem monitoring jaringan

  1. Kinerja jaringan bisa sangat optimal.
  2. Perencanaan kapasitas lebih mudah.
  3. Penyusup jaringan dideteksi dan disaring.

3. Konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring

  • Menentukan tujuan dan prasyarat kelancaran sistem kontrol.
  • Menyusun desain dan arsitektur sistem kontrol sesuai kebutuhan.
  • Mengimplementasikan konfigurasi perangkat untuk menjalankan sistem kontrol.
  • Melakukan pengujian sistem kontrol untuk memastikan kinerja optimal.

1 komentar: